Etika
Etika berasal dari kata Yunani yaitu telos yang berarti tujuan, sasaran, akibat dan hasil. Menurut teori ini, suatu tindakan dikatakan baik jika tujuannya baik dan membawa akibat yang baik dan berguna. Dari sudup pandang “apa tujuannya”, etika teleologi dibedakan menjadi dua yaitu:1. Teleologi Hedonisme (hedone= kenikmatan) yaitu tindakan yang bertujuan untuk mencari kenikmatan dan kesenangan.
contoh : orang yang suka mengumpulkan harta berlebih atau tidak puas akan hartanya, di hidupnya hanya senang-senang tidak memikirkan akhirat seperti clubbing, minum, narkoba, dsb
2. Teleologi Eudamonisme (eudamonia=kebahagiaan) yaitu tindakan yang bertujuan mencari kebahagiaan hakiki.
contoh : rajin beribadah, mencintai alam
Profesi
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.
Macam-Macam etika :
Etika Desktiptif
: Etika yang berusaha meneropong secara kritis danrasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar olehmanusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika Normatif
: etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap danpola prilaku ideal
yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalamhidup ini sebagai sesuatu yang bernilai
ETIKA PROFESI
Istilah profesi telah dimengerti oleh banyak orang bahwa suatuhal yang berkaitan dengan bidang yang sangat dipengaruh olehpendidikan dan keahlian, sehingga banyak orang yang bekerja tetapsesuai. Tetapi dengan keahlian saja yang diperoleh dari pendidikankejuruan, juga belum cukup disebut profesi. Tetapi perlu penguasaanteori sistematis yang mendasari praktek pelaksanaan, dan hubunganantara teori dan penerapan dalam praktek.
Ciri-ciri profesi :
1. Adanya pengetahuan khusus,
yang biasanya keahlian dan keterampilanini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yangbertahun-tahun.
2. Adanya kaidah dan standar moral
yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etikprofesi.
3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksanaprofesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentinganmasyarakat.
4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akanselalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilaikemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidupdan sebagainya,.
5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi. Denganmelihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwakaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukurperilaku yang berada di atas rata-rata.
Di satu pihak ada tuntutan dantantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasanmengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentinganmasyarakat.
PRINSIP-PRINSIP ETIKA PROFESI :
1. Tanggung jawab
- Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
-Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain ataumasyarakat pada umumnya.
2. Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa sajaapa yang menjadi haknya.
3. Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memilikidan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
SYARAT-SYARAT SUATU PROFESI :
- Melibatkan kegiatan intelektual.
- Menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
- Memerlukan persiapan profesional yang alam dan bukan sekedar latihan.
- Memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
- Menjanjikan karir hidup dan keanggotaan yang permanen.
- Mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
- Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
- Menentukan baku standarnya sendiri, dalam hal ini adalah kode etik.
TUJUAN KODE ETIK PROFESI :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri.
Profesionalisme
Profesionalisme merupakan suatu tingkah laku, suatu tujuan atau suatu rangkaian kwalitas yang menandai atau melukiskan coraknya suatu “profesi”. Profesionalisme mengandung pula pengertian menjalankan suatu profesi untuk keuntungan atau sebagai sumber penghidupan.Pentingnya etika dan profesionalisme pada bidang profesi TI
Etika profesi merupakan bagian dari etika sosial yang menyangkut bagaimana mereka harus menjalankan profesinya secara profesional agar diterima oleh masyarakat. Dengan etika profesi diharapkan kaum profesional dapat bekerja sebaik mungkin, serta dapat mempertanggungjawabkan tugas yang dilakukannya dari segi tuntutan pekerjaan.
Maka sebagai manusia mungkin terkadang banyak hal yang menarik perhatian kita untuk menjadi sukses bahkan bidang IT pun sangat berpotensi tetapi apakah kita harus menghalalkan segala vara untuk sukses dan melupakan etika dalam berprofesi itu sendiri? jawaban hanya terdapat pda hati kita masing-masing sangat diharapkan jawaban itu tidak hanya dimulut saja tetapi juga dapat kita realisasikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar